Minggu, 08 Desember 2019

Andai



Andai kamu bukan milik oranglain saat ini. Mau kubuka pintu untukmu. Membiarkan rumah ini kamu hiasi dengan canda tawamu. Kamu penuhi tamannya dengan bunga-bungaan beraneka ragam. Tetap membiarkan kupu-kupu mengambil madunya.

Andai saat ini kamu sendiri. Mau kuketuk pintu milikmu. Kutemukan ruang favoritmu disitu. Menatapmu tak henti-hentinya saat kamu melakukan hobimu. Menyiapkan camilan kesukaanmu. Setelah itu kita ngobrol hangat berdua. Hanya berdua...

Andai waktu tak secepat berlalu seperti ini. Mau kuciptakan kebersamaan dan mengadakan pertemuan-pertemuan. Menyimak kisahmu atau menceritakan kisahku. Membicarakan mimpi-mimpimu. Menyampaikan angan-anganku. Saat itu, langit-langit ruangan bisu telah penuh harapan kita. Lantai-lantai telah penuh jejak kaki-kaki kita.
Jika kamu tidak sedang mencintai orang lain. Mau aku menyayangimu...

Seiring berjalannya waktu, di atas alam bawah sadar kini aku berani mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja menjalani hidup. Seperti apa keadaanku dulu entah itu menerima atau menangguhmu seperti hingga kini tak ada yang perlu kusesali. Perandaian-perandaian itu hanya pemikiran sesaat. Kenyataannya, kamu masih mencintainya dan aku happy dengan kesendirianku sembari memantaskan diri untuk seseorang yang terbaik dari sisi Allah. Suatu hari nanti...


Bantul, 8 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau Main di Sini (Lagi)

Sudah lama tidak kesini. Menyibak benih yang kusemai dahulu kala sekali. Sudah lama tidak kesini. Benihku tak terurus tapi tak ditumbuhi rum...