Andai kamu bukan milik oranglain saat ini. Mau kubuka
pintu untukmu. Membiarkan rumah ini kamu hiasi dengan canda tawamu. Kamu penuhi
tamannya dengan bunga-bungaan beraneka ragam. Tetap membiarkan kupu-kupu
mengambil madunya.
Andai saat ini kamu sendiri. Mau kuketuk pintu milikmu.
Kutemukan ruang favoritmu disitu. Menatapmu tak henti-hentinya saat kamu
melakukan hobimu. Menyiapkan camilan kesukaanmu. Setelah itu kita ngobrol
hangat berdua. Hanya berdua...
Andai waktu tak secepat berlalu seperti ini. Mau
kuciptakan kebersamaan dan mengadakan pertemuan-pertemuan. Menyimak kisahmu
atau menceritakan kisahku. Membicarakan mimpi-mimpimu. Menyampaikan
angan-anganku. Saat itu, langit-langit ruangan bisu telah penuh harapan kita.
Lantai-lantai telah penuh jejak kaki-kaki kita.
Jika kamu tidak sedang mencintai orang lain. Mau aku
menyayangimu...
Seiring berjalannya waktu, di atas alam bawah sadar kini aku berani mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku baik-baik saja menjalani hidup. Seperti apa keadaanku dulu entah itu menerima atau menangguhmu seperti hingga kini tak ada yang perlu kusesali. Perandaian-perandaian itu hanya pemikiran sesaat. Kenyataannya, kamu masih mencintainya dan aku happy dengan kesendirianku sembari memantaskan diri untuk seseorang yang terbaik dari sisi Allah. Suatu hari nanti...
Bantul, 8 Desember 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar